WAKAPUSKOMLEKAD BERIKAN JAM PIMPINAN INGATKAN HINDARI PELANGGARAN
Jakarta - Wakapuskomlekad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos, M.Tr.(Han)., M.Kom., memberikan Jam Pimpinan kepada seluruh personel Puskomlekad dan jajaran di aula Mapuskomlekad Kelurahan Tomang Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, Senin (19/1/2026).
Jam Pimpinan perdana di awal tahun 2026 dimanfaatkan Wakapuskomlekad untuk menyampaikan arah kebijakan serta penekanan pimpinan kepada seluruh prajurit dan PNS Puskomlekad dalam pelaksanaan tugas sekaligus menghadapi dinamika tantangan tugas ke depan.
Mengawali arahannya, Wakapuskomlekad menguraikan tentang situasi strategis global dan internasional yang mengalami peningkatan kompleksitas baik masalah ekonomi, geopolitik dan keamanan yang saling berkaitan yang berdampak langsung terhadap stabilitas nasional.
Wakapuskomlekad kemudian menyebutkan beberapa kebijakan moneter dan tarif impor Amerika Serikat yang berdampak langsung terhadap stabilitas nasional terutama di sektor ekonomi dan perdagangan global serta keuangan.
Di sektor ekonomi dan perdagangan, Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan tarif impor yang berdampak pada kenaikan harga komoditas, perubahan pola impor, tekanan ekspor nasional dan fluktuasi investasi asing. Hal ini menimbulkan tantangan stabilitas industri yang memberikan peluang relokasi industri ke Indonesia sekaligus menimbulkan ketidakpastian perdagangan antar negara.
Sedangkan di sektor keuangan akan terjadi potensi volatilitas (perubahan cepat dan tidak terduga) terhadap nilai tukar rupiah yang dipengaruhi oleh arus keluar modal global dan penyesuaian kebijakan moneter negara maju yang berdampak pada kenaikan biaya pendanaan pemerintah atau korporasi dan tekanan pembiayaan dunia usaha dan sektor strategis lainnya.
Lebih lanjut Wakapuskomlekad menjelaskan beberapa kebijakan pimpinan TNI untuk melakukan modernisasi Alutsista, penguatan introperabilitas antar matra dan peningkatan kesiapsiagaan satuan untuk menghadapi ancaman konvensional dan non konvensional dengan menjaga kesiapan tempur secara terpadu dan efektivitas operasi gabungan matra darat, laut dan udara.
Terkait dengan perubahan UU TNI, penggunaan kekuatan militer langsung berada di bawah Presiden dan beberapa penambahan tugas TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP) khususnya tugas wewenang pembantuan seperti membantu upaya menanggulangi ancaman pertahanan siber dan membantu dalam melindungi dan menyelamatkan warga negara serta kepentingan nasional di luar negeri.
Selain itu, Brigjen Dede Mulyana juga menekankan untuk menghindari berbagai macam pelanggaran yang dilakukan oleh personel Puskomlekad seperti judi online (Judol) dan pinjam online (Pinjol), Narkoba, Desersi, Asusila karena akan berdampak pada diri sendiri, keluarga dan satuan serta merusak citra TNI khususnya TNI AD.
“Jangan sekali-kali melakukan pelanggaran sekecil apapun, karena setiap pelanggaran ada sanksi tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku yang akan diterima oleh pelaku yang merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh personel Puskomlekad melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya dengan niat tulus dan ikhlas agar bernilai ibadah, sehingga hasil yang diperoleh akan terasa lebih nikmat dan berkah.
Pada Jam Pimpinan perdana ini diikuti oleh para Pejabat Utama Puskomlekad, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS yang dilaksanakan secara tatap muka di aula Puskomlekad dan zoom meeting bagi personel Pusdikkomlek dan Bengpuskomlek Puskomlekad.

