KAPUSKOMLEKAD TERIMA KUNJUNGAN SAHLI KASAD BIDANG ILPENGTEK DAN SIBER
Jakarta – Kepala Pusat Komunikasi dan Elektronika Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., bersama Pejabat Utama Puskomlekad menerima kunjungan kerja Tim Kelompok Kerja (Pokja) Staf Ahli Kasad bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan siber (Ilpengtek dan Siber) yang dipimpin Mayor Jenderal TNI Maulana Ridwan, S.H., M.H., di aula Puskomlekad Kelurahan Tomang Jakarta Barat, Rabu (28/1/2026).
Kunjungan kerja Ketua Tim Pokja Staf Ahli Kasad bidang Ilpengtek dan Siber didampingi Brigjen TNI Tyas K. Psc., S.I.P., bersama rombongan di Puskomlekad dalam rangka melaksanakan pengumpulan data dan informasi terkait penyusuna dokumen strategis di bidang siber yang berjudul “Strategi Penguatan Pertahanan Siber TNI AD Sebagai Wujud Implementasi Doktrin Pertahanan Pulau-pulau Besar dan Gugus Pulau Strategis”.
Kapuskomlekad dalam sambutannya menyoroti tentang peranan strategis siber di era digital mengingat ancaman siber yang tumbuh seiring meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital sebagai kebutuhan strategis nasional yang memengaruhi semua lini kehidupan termasuk untuk menjaga kedaulatan negara.
Menurutnya, saat ini central gravity kehidupan masyarakat terletak pada kekuatan jaringan baik jaringan internet, jaringan digital, jaringan komunikasi, sistem digital militer dan lainnya. Ketika semua satuan terhubung satu dengan lainnya maka komando, kendali, komunikasi, komputerisasi, siber, informasi, pengamatan dan penginderaan (K4SIPP) menjadi satu kesatuan komando yang diwujudkan dalam sistem komando kendali dan informasi (Siskodal Info) sebagai sarana utama yang digunakan oleh pimpinan dalam menentukan dan pengambilan keputusan.
Elemen pertempuran darat salah satunya adalah Siskodal Info yang merupakan roh dari semua integrasi kesisteman yang ia analogikan seperti tubuh manusia. Jika semua terintegrasi dengan Siskodal Info, maka semua bagian akan berjalan dengan maksimal dan menjadi kekuatan utama dalam sebuah pertempuran.
Lebih lanjut, mantan Danpussansiad itu menyebutkan bahwa ada dua macam pertempuran di era digital ini saat yaitu peperangan spektrum elektromagnetik dan peperangan darat. Ketika ruang spektrum elektromagnetik terganggu atau di hacking oleh musuh, maka peperangan itu langsung berubah menjadi perang berlarut.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pokja Mayjen TNI Maulana Ridwan dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa kehadirannya di Puskomlekad terkait dalam rangka mengumpulkan data dan informasi sebagai bahan masukan dalam penyusunan dokumen strategis penguatan dan kemandirian pertahanan siber TNI AD terutama di pulau-pulau besar.
Untuk itu, ia meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk mengisi cek list berupa daftar pertanyaan terkait dengan penyusunan dokumen strategis tentang strategi penguatan pertahanan siber TNI AD sebagai wujud implementasi doktrin pertahanan pulau-pulau besar dan gugusan pulau strategis.
Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan pengisian cek list Tim Pokja Sahli Kasad bidang Ilpengtek dan Siber.
