PJU PUSKOMLEKAD HADIRI WORKSHOP BEING DIGITAL AND TRANFORM ARMY NETWORK BATCH

PJU PUSKOMLEKAD HADIRI WORKSHOP BEING DIGITAL AND TRANFORM ARMY NETWORK BATCH

Jakarta – Kepala Pusat Komunikasi dan Elektronika Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., bersama Waka Puskomlekad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos, M.Tr.(Han)., M.Kom., dan Pejabat Utama Puskomlekad menghadiri Workshop Being Digital and Tranform Army Network Batch yang diselenggarakan oleh PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk di Hotel Pullman, Duren Selatan Jakarta Barat, Selasa (7/10/2025).

Acara Workshop Being Digital and Tranform Army Network Batch yang akan diselenggarakan selama dua hari ini mengusung tema "Transformasi Digital dan Optimalisasi Jaringan untuk Satuan Kerja TNI AD" menghadirkan nara sumber Founder dan CEO BrainCorp Romi Satria Wahono, B.Eng., M.Eng., Ph.D., dan Senior Advisor PT. Telkom Indonesia Ariyanto A. Setyawan.

Kapuskomlekad dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada PT. Telkom Indonesia yang telah menyelenggarakan workshop dengan menghadirkan secara khusus warga Korps Komlekad sebagai peserta.

Saat ini, Puskomlekad sedang fokus untuk membangun grand design komando, kendali, komunikasi, komputerisasi, siber, informasi, pengamatan dan penginderaan (K4SIPP) dan komando, kendali, komunikasi, komputerisasi, siber (K4S) peperangan elektronika (Pernika) untuk mendukung tugas pokok sebagai urat nadi dalam operasi pertempuran yang bersumber pada kekuatan jaringan terutama platform digital.

Grand design K4SIPP dan K4S Pernika dapat diwujudkan melalui lima fungsi sistem yang terintegrasi yaitu sistem jaringan, sistem elektronika, Siskodal Info, sistem penataan Pernika untuk menghacurkan pernika lawan, dan melindungi serta melipatgandakan Pernika pasukan sendiri. terakhir sistem pemeliharaan material (Sisharmat) agar semua material Komlek siap digunakan dengan masa pemakaian yang lama.

Selain itu, Mayjen Iroth Sonny Edhie juga mengingatkan tentang sumber daya manusia (SDM) warga Komlekad untuk menjawab tantangan tugas ke depan khususnya dibidang teknologi dan tata kelola dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas melalui belajar, workshop dan memperbanyak literasi, sehingga melahirkan prajurit teknologi yang profesional, unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi kekinian.

Sebelumnya, GM Government Defense Service, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Hengky Permadi dalam sambutannya menjelaskan bahwa workshop ini sebagai wujud sinergitas instansi strategis negara dan badan usaha milik negara dalam penyediaan jasa telekomunikasi yang handal untuk mendukung pentingnya tugas serta peran TNI untuk indonesia.

Telkom sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang Information and Communication Technology (ICT) juga merasa memiliki peran dan tanggung jawab dalam mendukung kegiatan dan tugas TNI AD sesuai dengan tugas pokoknya terutama penyediaan layanan ICT seperti layanan komunikasi data, layanan High Speed Internet (HIS), layan Public Switched Telephone Network (PSTN), dan beberapa solusi layanan ICT untuk mendukung kegiatan strategis di lingkungan TNI AD.

Hengky Permadi juga berharap dengan adanya workshop being digital and tranform army network ini dapat meningkatkan pemahaman digital mindset, tranformasi digital, cyber security dan modernisasi jaringan militer.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan paparan dari Romi Satria Wahono dengan judul “Digital Transformation : Paradigm Shifts, AI Roles, & Case Studies” yang menjelaskan tentang pentingnya transformasi digital dalam dunia industri. Ia menyebutkan beberapa alasan seperti efisiensi baik biaya produk maupun biaya operasional, efisiensi waktu, memenuhi permintaan pelanggan yang terus berubah, mengenalkan produk baru, dan lainnya.

Menurutnya, komputer adalah alat yang digunakan untuk efisiensi seperti mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, mempercepat waktu dan meningkatkan income dengan melakukan investasi pengadaan komputer dan software yang dapat meningkatkan Return on Investment (ROI) dan mempercepat Break Event Point (BEP) pada organisasi.

Romi juga menjelaskan tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai disiplin ilmu yang mempelajari mesin yang mampu melakukan tugas yang memerlukan kecerdasan manusia seperti pembelajaran mandiri, pengolahan bahasa alami, pengenalan suara/gambar/video, perencanaan dan optimisasi, robotika dan sistem cerdas.

Adapun klasifikasi kemampuan yang dimiliki kecerdasan buatan (AI) seperti membantu tugas spesifik dan pekerjaan klerikal manusia, kecerdasan setara manusia dan kecerdasan melampaui manusia. Perbedaan manusia dan AI dapat dilihat dari masing-masing keunggulan dimana manusia memiliki peran strategis dan inisiatif, memiliki pemahaman konteks, etik dan penilaian subyektif, kreatif, tidak monoton dan out of the box serta memiliki keterampilan sosial, empati dan emosional. Sedangkan AI memiliki keunggulan efisiensi, akurasi dan tanpa kesalahan karena keletihan, pengolahan data besar dan pengambilan keputusan berdasarkan data, tugas monoton yang berulang dan berkepanjangan.

Sementara Ariyanto A. Setyawan dalam paparannya tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan membangun sistem digital dalam organisasi. Menurutnya SPBE merupakan sebuah sistem penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel, mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan meningkatkan keterpaduan dan efisiensi penyelenggaraan SPBE itu sendiri.

Menurut Ariyanto, kiat agar organisasi berhasil dalam transformasi digital antara lain memiliki kemampuan untuk menyusun strategi yang jelas, model operasi yang dapat diprioritaskan, talenta digital internal yang kuat, distribusi teknologi untuk inovasi secara mandiri, akses ke data sesuai kebutuhan, dan melakukan adopsi teknologi dan manajemen perubahan.

Ia juga menyebutkan potensi dukungan Komlek dalam transformasi digital dapat dilakukan pada konsep Network Centric Warfare (NCW), penyediaan infrastruktur, pengembangan software dan hardware, pembangunan sistem siber, dan pengembangan SDM digital personel Komlek melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan.