PENANDATANGANAN PKS PUSHUBAD DENGAN 4 PENYEDIA LAYANAN JASTEL TNI AD

PENANDATANGANAN PKS PUSHUBAD DENGAN 4 PENYEDIA LAYANAN JASTEL TNI AD

Jakarta - Kepala Pusat Perhubungan Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan mitra penyedia layanan jasa telekomunikasi (Jastel) TNI AD di aula Puskomlekad Kelurahan Tomang Jakarta Barat, Kamis (22/5/2025).

Empat mitra penyedia layanan jasa telekomunikasi TNI AD tersebut meliputi PT. D-NET, PT. HSP, PT. Iforte dan PT. Indosat Tbk berkesempatan melakukan kerjasama dengan Pushubad dalam menyediakan layanan jasa telekomunikasi TNI AD untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pushubad.

"Hal ini linier dengan kondisi saat ini dimana jasa telekomunikasi merupakan center of gravity dari kekuatan Pushubad, karena model peperangan saat ini berbasis network centric, sehingga dari jaringan ini turunannya menjadi fungsi-fungsi perhubungan khususnya dalam mendukung operasi pertempuran saat ini", papar Kapushubad.

Network Centric Warfare (NCW) merupakan konsep operasi yang mengedepankan keunggulan informasi sebagai bahan utama dalam proses pengambilan keputusan secara cepat, tepat dan efektif untuk meningkatkan daya tempur pasukan sendiri dan melemahkan daya tempur pasukan musuh.

Kemitraan antara Pushubad dan penyedia jasa layanan telekomunikasi sangat strategis untuk mendukung operasi pertahanan negara yang di dalamnya memanfaatkan jaringan seperti perang elektronika (Pernika), pengamatan dan penginderaan yang menggunakan drone dan fungsi-fungsi Komlek lainnya.

Saat ini sebagian besar aset TNI AD berbasis jaringan sehingga kekuatannya terletak pada bagaimana ketersediaan jaringan telekomunikasi. Apalagi ke depan TNI AD akan membangun puluhan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) termasuk lima Kodam baru di berbagai daerah di seluruh Indonesia, sehingga kebutuhan jaringan akan terus meningkat.

Sebelumnya, Pushubad sudah melakukan hal yang sama yaitu penandatanganan PKS dengan enam mitra di awal tahun 2025, dan sekarang bertambah empat mitra sehingga total keseluruhan menjadi 10 mitra di bidang pelayanan jasa telekomunikasi.

Mayjen Iroth Sonny Edhie juga berharap agar seluruh mitra Jastel TNI AD memberikan kontribusi dalam kegiatan pelayanan jasa telekomunikasi atau jaringan dengan sebaik-baiknya dengan kualitas yang baik, bandwidth yang besar dan harga yang relatif kompetitif untuk seluruh satuan TNI AD.

Acara penting ini diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Kapushubad besama empat pimpinan penyedia layanan jasa telekomunikasi TNI AD dan foto bersama.