MEMBANGGAKAN PUNCAK ACARA PERINGATAN HUT KE 80 KOMLEKAD DAN LAUNCHING TRANSFORMASI PUSKOMLEKAD TAHUN 2025

MEMBANGGAKAN PUNCAK ACARA PERINGATAN HUT KE 80 KOMLEKAD DAN LAUNCHING TRANSFORMASI PUSKOMLEKAD TAHUN 2025

Cimahi – Segenap warga Korps Komlekad mengikuti acara peringatan HUT ke 80 Komunikasi dan Elektronika TNI Angkatan Darat (Komlekad) sekaligus lounching transformasi organisasi dari Pushubad menjadi Puskomlekad. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan di Pusdikkomlek Cimahi dan di semua satuan jajaran Komlekad yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Minggu (23/11/2025).

HUT Komlekad tahun ini terkesan lebih istimewa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pasca terbit Perpres RI Nomor 84 Tahun 2025 tentang Perubahan Perpres RI Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI, maka secara resmi Pusat Perhubungan TNI Angkatan Darat (Pushubad) beralih nama menjadi Pusat Komunikasi dan Elektronika TNI Angkatan Darat (Puskomlekad).

Peringatan HUT Komlekad yang mengusung tema ”Transformasi Komlekad Prima Menuju Indonesia Maju” selain dihadiri oleh seluruh warga korps Komlekad, juga diikuti oleh para sesepuh, purnawirawan korps Komlekad dan undangan lainnya.

Kapuskomlekad Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., dalam sambutannya menjelaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis global dengan lompatan tehnologi digital secara eksponensial, integrasi teknologi informasi, serta hadirnya ancaman yang semakin kompleks dan dinamis menyebabkan perang modern kini telah bergerak melampaui batas teritorial fisik, menjangkau dimensi siber, informasi, ruang, hingga spektrum elektromagnetik. Karenanya karakter peperangan yang multidomain menuntut kemampuan yang terintegrasi, real-time dan berbasis teknologi tinggi.

Kondisi tersebut berimbas terhadap peran Komlek menjadi lebih strategis. Sistem komunikasi, jaringan data, sensor elektronik, perangkat pengamanan informasi hingga sistem kendali yang berbasis digital merupakan infrastruktur kunci bagi efektivitas komando dan kendali, pengumpulan dan penyajian informasi yang mendorong percepatan dalam pengambilan keputusan.

Karena itu, transformasi Komlekad niscaya dilakukan. Bukan hanya sekadar modernisasi peralatan, tetapi harus menyeluruh baik doktrin, organisasi, SDM, teknologi hingga interoperabilitas lintas matra, bahkan dengan komponen cadangan serta komponen pendukung lainnya. Dengan demikian, Prajurit komlekad harus hadir untuk memberikan keunggulan informasi secara cepat, tepat dan aman guna memastikan komando kendali operasi berjalan, dan pada akhirnya tugas pokok dapat terlaksana dengan baik.

Pemilihan tema “Transformasi Komlekad Prima Untuk Indonesia Maju” menjadi sangat monumental dan merupakan tekad untuk mempercepat perubahan secara menyeluruh guna terwujudnya lima karakter utama Komlekad Prima.

Lima karakter utama tersebut meliputi profesional yaitu menguasai teknologi digital, memahami dasar-dasar peperangan elektronika, serta mahir mengoperasionalkan sekaligus memelihara sistem komunikasi dan sensor modern.

Responsif yakni mampu menghadapi segala ancaman. Sistem Komlek harus mampu mendukung respons cepat, mobilitas tinggi dan adaptasi terhadap gangguan spektrum elektromagnetik maupun serangan siber yang dapat dilakukan dengan menyiapkan ketersediaan jaringan yang resilien, aman serta mampu beroperasi pada kondisi kontestasi.

Integratif yakni sistem Komlek harus terhubung dengan unsur komando di lapangan, satuan intelijen, sistem persenjataan, dan platform pendukung lainnya. Integrasi ini juga mencakup kerja sama lintas matra, industri pertahanan hingga instansi nasional yang mengelola urusan spektrum, jaringan dan keamanan Siber.

Modern artinya modernisasi peralatan Komlek diarahkan pada teknologi standar terbaru yaitu komunikasi taktis digital, secure network, radar ground surveillance, perangkat jammer, sensor spektrum elektromagnetik hingga kemampuan data fusion untuk mendukung operasi darat yang presisi, cepat dan berbasis jaringan.

Adaptif terhadap lingkungan ancaman dan teknologi yang berubah sangat cepat. Oleh karena itu, struktur organisasi, proses kerja hingga prosedur operasi standar komlek harus adaptif.

Transformasi Komlekad adalah tentang perubahan mindset, budaya serta perubahan sistem bertempur modern. Kekuatan Komlekad tidak hanya terletak pada peralatan, tetapi juga pada profesionalisme, loyalitas, karakter serta semangat kejuangan prajuritnya.

Transformasi Komlekad merupakan perjalanan panjang menuju postur organisasi yang tangguh dan futuristik. Oleh karenanya, transformasi ini harus menyentuh seluruh aspek pembinaan kekuatan dan kemampuan serta gelar guna terwujudnya postur Komlekad Prima dengan fokus pada empat pilar utama, yaitu organisasi dan tata kelola yang modern dan agile, doktrin yang adaptif sesuai perkembangan Iptek dan karakter peperangan di era digital, modernisasi materiel komlek yang terstandar dan terinteroperabilitas serta SDM prajurit yang profesional, unggul, berkarakter dan berwawasan kebangsaan.

Prajurit Komlekad adalah aktor utama dalam pengendalian ruang elektromagnetik dan ruang digital yakni ruang pertempuran modern yang menentukan kecepatan arus data dan informasi serta keberhasilan dalam pengambilan keputusan secara cepat. “Melalui penguasaan teknologi komunikasi, informasi dan elektronika, komlekad berperan sebagai enabler sekaligus force multiplier bagi kekuatan tempur TNI Angkatan Darat,” terangnya.

Ia juga meyakinkan dan memastikan dominasi atas spektrum elektromagnetik yang mampu mengintegrasikan seluruh jaring sistem komunikasi elektronika, mulai dari satuan terdepan hingga komando utama sebagai urat nadi yang menyatukan seluruh elemen tempur matra darat.

Dalam peperangan modern, siapa yang menguasai spektrum elektromagnetik dan ruang digital, dia menguasai tempo, informasi, dan keputusan. Karena itu, dominasi elektromagnetik adalah strategi, bukan hanya kemampuan teknis.

Sebagai bagian dari transformasi, Komlekad harus menuntaskan grand design K4SIPP dan K4S Pernika untuk membentuk Siskodalinfo dan kekuatan Pernika TNI AD yang handal dan adaptif. “Dengan semangat inovasi dan sinergi, Komlekad siap menjadi pelopor dalam pembangunan network centric warfare yang mendukung konsep operasi matra darat secara efektif dan efisien serta modern dan kekinian,” tutupnya.

Sejalan dengan harapan segenap sesepuh Korps Komlekad. Melalui Letjen TNI (Purn) Afini Boer selaku perwakilan yang didaulat oleh para perintis kecabangan Komlekad menyatakan, bahwa transformasi ini merupakan wujud penghormatan atas perjalanan panjang pengabdian Korps Komlekad dari masa revolusi kemerdekaan hingga kini, dengan penuh dedikasi dan komitmen untuk NKRI.

Menurutnya, peringatan HUT ke 80 Komlekad yang dibarengi dengan transformasi organisasi merupakan sebuah komitmen dan arah strategis bagi Puskomlekad dan jajarannya untuk menghadapi tantangan di era digital dan globalisasi yang semakin komplek.

Dalam usia yang ke-80 ini, Korps Komlekad telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi dalam mendukung tugas pokok TNI AD. Peran satuan Komlekad sangat vital sebagai urat nadi komunikasi dan elektronika dalam setiap kegiatan, latihan dan operasi.

Letjen TNI (Purn) Afini Boer juga mengajak kepada seluruh warga Korps Komlekad untuk memanfaatkan momen peringatan HUT ke-80 sebagai sarana introspeksi dan evaluasi, sejauh mana Korps mampu melaksanakan tugas dan fungsinya, memperkuat jiwa korsa dan kebersamaan dengan membangun soliditas, jiwa korsa dan menumbuhkan kebanggaan sebagai Prajurit yang handal dan profesional, serta berinovasi dan beradaptasi untuk terus mendorong transformasi digital dan modernisasi Alutsista Komlek yang mencakup penguatan pertahanan siber, interoperabilitas, dan penerapan teknologi untuk memastikan bahwa Komlekad selalu siap melaksanakan tugas demi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

Ia juga berpesan, Komlekad harus senantiasa menjadi pionir dalam memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai dasar seorang prajurit Komlekad, yang setia kepada bangsa dan negara dengan memegang teguh sesanti “Cighra Apta Nirbaya”.

Usai sesepuh memberikan pesan-pesannya, acara dilanjutkan dengan launching perubahan Pusara Kapota Yudha, perubahan Emblem Baret dan lagu Mars dan Hymne Komlekad yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.


*Demostrasi Siskodalops*

Pada puncak acara peringatan HUT ke 80 Komlekad dan transformasi Puskomlekad juga ditampilkan demostrasi sistem komando kendali operasi (Siskodalops) dukungan Peperangan Elektronika (Pernika) dalam operasi TNI AD.

Skenario demonstrasi menceritakan bahwa operasi dilaksanakan TNI AD didukung oleh Tim Pernika yang melibatkan peralatan pernika modern berupa kendaraan mobile anti drone, kendaraan jammer dan kendaraan Monob/DF. Ketika kendaraan mobile anti drone mendeteksi pergerakan drone asing dan di sisi lain Direction Finder (DF) menemukan pancaran gelombang elektromagnetik mencurigakan di sekitar daerah pertempuran.

Maka data/informasi hasil temuan tersebut dilaporkan ke Komando Atas menggunakan Siskom yang telah terintegrasi yakni Battlefield Management system (BMS) dengan memanfaatkan satelite sebagai backbone.

Selanjutnya Tim Jammer dengan menggunakan perangkat penekan frekuensi berusaha melumpuhkan dan mengambil alih drone asing tersebut. Sementara itu, Tim DF berupaya memetakan emisi gelombang elektromagnetik secara eksak dengan menginstalasi dua alat DF berbasis software defined radio pada tempat yang berbeda guna mendapatkan koordinat yang diperkirakan sebagai kedudukan musuh.

Untuk meyakinkan posisi musuh secara real time, Tim DF menerbangkan drone pengintai, lalu data hasil pengintaian dikirim ke Pos Komando sebagai bahan analisis dan pengambilan keputusan operasi secara cepat.

Atas informasi dari garis depan tersebut, Dansatgas menggerakkan tim penindak untuk melaksanakan penyergapan. Tim penindak bergabung dengan personel Komlek yang telah dilengkapi dengan Nano UAV, BMS Personel dan VSat Manpack, sehingga setiap gerakan dapat termonitor dari Pos Komando.

Pasukan penindak yang melaksanakan infiltrasi, kembali menerbangkan drone Nano UAV Black Hornet untuk melakukan pengintaian jarak dekat. Drone nano ini mampu menembus area sempit, sehingga situasi dan kondisi terakhir sasaran dapat dipastikan.

Setelah jam serangan yang ditentukan, Tim gabungan mengawali serangan dengan Drone Kamikaze dan Drone drop bom secara bersamaan dan sasaran berhasil dilumpuhkan.

Usai demonstrasi, kegiatan ditutup dengan defile alat utama komunikasi dan elektronika serta Pernika yang meliputi kendaraan taktis Pernika, Komando Mobil (Komob), ICCS, SOTM, Air Patrol, drone tempur serta personel pelaku demonstrasi.

*Vicon Kapuskomlekad Dengan Kakomlekdam dan Athan*

Dalam acara syukuran transformasi Puskomlekad dan HUT ke 80 Komlekad 2025, Kapuskomlekad melalui video conference juga menyapa Kakomlekdam, Satgas dalam negeri dan luar negeri meliputi Satgas Habema Papua, Athan Nigeria, Athan Thailand dan Athan Laos seraya mengucapkan Dirgahayu HUT Ke 80 Komlekad.

Kapuskomlekad berpesan warga Komlekad dimanapun bertugas dan berada untuk terus menunjukkan inovasi dan kreatifitas melalui karya nyata demi kemajuan Korps melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi digital.

*Tumpeng Terbang*

Prosesi pemotongan tumpeng pada acara syukuran transformasi Puskomlekad dan HUT Komlekad kali ini tergolong unik. Di skenariokan ketika pengiriman tumpeng ke tempat acara terhambat akibat kemacetan lalulintas. Panitia berinisiatif, mengalihkan pengiriman tumpeng dengan ukuran cukup besar ini menggunakan drone angkut. Alhasil Drone berhasil terbang membawa tumpeng ke tempat acara melintas di atas tenda tamu dan prosesi pemotongan tumpeng dapat dilangsungkan.

Kapuskomlekad didampingi Ketua Persit KCK Cabang XI Pushubad PG Mabesad memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas tranformasi Puskomlekad dan HUT ke 80 Komlekad yang kemudian diserahkan kepada Mayor Cke Anda Setiawan, S.T., M.T., dan Serda Aditya Armadani atas prestasi yang diraihnya.

Selesai pemotongan tumpeng, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan panggung hiburan untuk Prajurit.