KAPUSKOMLEKAD TERIMA KUNJUNGAN TIM PULDATA SESKOAD
Jakarta – Jakarta - Kapuskomlekad Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., didampingi para Pejabat Utama Puskomlekad menerima tim Pokja Pengumpulan Data dan Pengkajian dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., dan Kolonel Inf I Made Suharsana di Serambi Puskomlekad, Tomang, Jakarta Barat, Selasa (14/10/2025).
Kunjungan tim Pokja Puldata dan Pengkajian Seskoad di Puskomlekad bertujuan mencari data dukung dalam rangka penyusunan dokumen strategi pengembangan pendidikan reguler seskoad dalam menghadapi ancaman siber.
Puskomlekad menjadi salah satu obyek pengumpulan data selain BSSN dan Pussansiad. Informasi seputar siber ini selanjutnya akan diramu dalam bentuk tulisan yang mengulas tentang strategi menghadapi ancaman siber. Selain itu, Tim Pokja juga menjajaki potensi Puskomlekad turut berkontribusi dalam proses pembelajaran bidang siber terhadap siswa Seskoad, agar mereka mampu mengimplementasikan tugas perbantuan TNI sesuai UU Nomor 3 Tahun 2025.
Pada kesempatan tersebut, Kapuskomlekad menyampaikan perubahan nomenklatur dari Pushubad menjadi Puskomlekad berimpilkasi pada perubahan fungsi dan peran Komlekad diantaranya adalah pembinaan di bidang siber sebagai bagian dari Sispernika dan Siskodal Info.
Siber erat kaitannya dengan ruang spektrum elektromagnetik (digital, analog dan elektromagnetik) sebagai totalitas pertempuran yang memberikan efek cepat, tepat, akurat dan real time bagi seorang pimpinan dalam menentukan dan mengambil kebijakan di medan tempur.
Kapuskomlekad juga mengulas, bahwa saat ini satuannya sedang fokus membangun dan mewujudkan grand design komando, kendali, komunikasi, komputerisasi, siber, informasi, pengamatan dan penginderaan (K4SIPP) dan komando, kendali, komunikasi, komputerisasi, siber (K4S) untuk mendukung tugas pokok TNI AD.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Puskomlekad melakukan kerjasama dan terus berkoordinasi dengan Pussansiad maupun BSSN terkait dengan pengamanan data dan informasi serta pengembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi.
Mayjen Iroth Sonny Edhie juga menyampaikan pentingnya seorang komandan atau kepala satuan memiliki wawasan tentang ilmu komunikasi dan elektronika modern terutama di era digital dan ruang siber yang sekarang ini menjadi domain strategis dimana teknologi informasi telah mengubah wajah dunia sekaligus membawa resiko baru yang bersifat transnasional. Ruang siber kini sudah menjadi medan pertempuran baru, karena serangan siber dapat melumpuhkan infrastruktur kritis dan berpotensi mengganggu dan mengancam stabilitas nasional.
Mantan Danpussansiad itu juga menjelaskan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) personel Komlek TNI AD khususnya di bidang siber dengan memberikan materi pelajaran siber pada semua tingkat pendidikan sesuai dengan jenis pendidikan yang diikuti termasuk menyelenggarakan Pendidikan Perwira Siber selama dua bulan di Pusdikkomlek Puskomlekad Cimahi maupun aktif mengikuti pelatihan di luar institusi.

