KAPUSHUBAD GELAR COFFE MORNING DENGAN PJU DAN KAHUB KOTAMA SECARA DARING

KAPUSHUBAD GELAR COFFE MORNING DENGAN PJU DAN KAHUB KOTAMA SECARA DARING

Jakarta - Kepala Pusat Perhubungan Angkatan Darat (Kapushubad) Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., di dampingi Waka Pushubad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana bersama Pejabat Utama Pushubad menggelar coffe morning dengan seluruh Kepala Perhubungan Kotama melalui dalam jaringan (Daring) atau video confence (Vicon).

Coffe morning yang menghadirkan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Mayjen TNI Gede Putu Rai sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Siber dan Sistem Elektronika Untuk Mendukung Operasi Darat” berlangsung di aula Puskomlekad Kelurahan Tomang Jakarta Barat, Selasa (27/5/2025).

Pada kesempatan tersebut, Kapushubad dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan memberikan pembekalan sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan kepada seluruh pejabat utama Korps Komlek khususnya di bidang siber dan sistem elektronika yang saat ini mengalami perkembangan secara signifikan.

Mayjen Iroth Sonny Edhie juga menyampaikan perubahan nomenklatur dari Korps Perhubungan menjadi Korps Komunikasi dan Elektronika merupakan sebuah tuntutan zaman untuk menjawab tantangan tugas yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi dalam masyarakat di era 5.0 yang berbasis teknologi digital dan siber.

Menurutnya, satuan Perhubungan sebelumnya hanya fokus pada bidang komunikasi yang tidak terlepas dari radio handy talky (radio HT) dan sound system sehingga visi elektronika dan ruang siber TNI AD tidak terurus dengan baik. Namun dengan perubahan nomenklatur ini, Korps Komlekad akan membangun visi elektronika sesuai dengan fungsi dan perannya di era digital, ke depan visi elektronika akan memiliki Kasubditbin Elektronika tersendiri di luar dari Kasubditbinkom.

Pada sesi pertama, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat selaku narasumber menyampaikan pada tahun 1990-an tidak ada yang akan merasakan bahwa informasi teknologi merubah peradaban dunia karena pada waktu itu belum ada handphone (HP). Pada waktu itu, satuan Perhubungan beranggapan bahwa saluran komunikasi yang paling aman adalah saluran lewat kawat karena semua yang broadcast bisa disadap.

Saat ini Indonesia menghadapi era siber atau apapun yang dihitung dan di analisa melalui komputer. Di dalam siber itu sendiri ada perangkat lunak dan perangkat keras atau infrastruktur. Negara USA memiliki satuan cyber infrastructure security agency (CISA) dan di negara Inggris memiliki national cyber security center (NCSC) dengan fungsi yang sama.

“Berbicara peran Korps Perhubungan kuncinya adalah komputer, jaringan dan data informasi. Harus konsen dengannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Mayjen (Purn) Sudrajat menjelaskan siber security Indonesia sekarang berada pada peringkat ke 47. Indonesia memiliki hacker paling banyak di dunia, namun berada di luar pemerintahan dan aparatur negara.

Jenderal (Purn) A.M. Hendro Priyono sambungnya, pernah mengatakan bahwa Indonesia harus membangun angkatan ke 4 yaitu angkatan Cyber War yang bekerja di dunia maya menggunakan komputer dan jaringan dengan merekrut personel yang memiliki kemampuan di bidang informasi dan teknologi (IT) dan siber.

“Jadi kita membutuhkan personel siber secara khusus dengan melakukan seleksi tersendiri secara khusus, bukan melalui seleksi yang bersifat umum atau konvensional yang biasa dilakukan oleh TNI AD, karena yang dibutuhkan skill IT-nya bukan fisiknya,” terang pensiuna Pati bintang dua itu.

Selama ini, siber yang ada di TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Kementerian masih mengandalkan sumber daya dari luar baik perangkat keras maupun lunak. Anak-anak kita sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa karena sudah mampu membuat perangkat keras dan perangkat lunak, namun tidak dipercaya bahkan karyanya di tawar dengan harga murah.

Ia juga berharap agar siber TNI AD memiliki visi dan strategi tentang siber security, memiliki perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan serta merekrut personel yang memiliki kemampuan di bidang siber meskipun bukan seorang sarjana.

Sedangkan Mayjen (Purn) I Dewa Putu Rai dalam paparannya tetang siber dan sistem elektronika menjelaskan bahwa di dalam doktrin Eka Paksi ada fungsi utama yaitu pertempuran dan pembinaan teritorial yang didukung oleh fungsi organik dan fungsi teknis militer umum. Dalam fungsi teknis militer umum di dalamnya terdapat Korps HUBAD atau Komlekad.

Perhubungan sesuai dengan fungsi teknis militer umum yaitu menyelenggarakan kemampuan Pernika, komunikasi dan elektronika, Siskodal dan Info, foto film militer dan konstruksi, pembekalan, pemeliharan, instalasi (Konbekharstal) material perhubungan guna mendukung fungsi utama TNI AD.

Selain itu, Mayjen (Purn) I Dewa Putu Rai juga menjelaskan tentang Peperangan elektronika merupakan peperangan modern yang bergantung pada teknologi elektronika, membuat ancaman Pernika semakin nyata dan kompleks. Sedangkan keamanan siber merupakan aspek penting dalam penggunaan ruang siber, karena dapat menjadi sasaran berbagai ancaman digital, seperti serangan siber, kejahatan siber, perang siber, kebocoran data.

‘Masing-masing satuan baik Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber), Satsiber TNI maupun Satsansiad memiliki tugas dan fungsi yang hampir sama secara berjenjang dalam upaya penanganan, penangkalan dan penindakan siber.

Adapun peran HUBAD (Komlek) dalam pelaksanaan fungsi Siber TNI Angkatan Darat adalah menyelenggarakan kemampuan untuk Pernika, komunikasi dan elektronika, Siskodal dan informasi, Foto film militer atau pengamatan dan penginderaan elektronik dan Konbekharstal materiel perhubungan guna mendukung fungsi utama TNI AD baik fungsi pertempuran dan pembinaan teritorial.

I Dewa Putu Rai juga menyebutkan semua tantangan dan tuntutan tugas masa depan itu harus segera terjawab dengan meningkatkan kemampuan peperangan elektronika (elektronic warfare), meningkatkan kemampuan peperangan siber (cyber warfare) untuk memperlemah daya tempur musuh dan memperbesar daya tempur sendiri.

Seusai memberikan materi, acara coffe morning dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi terkait dengan fungsi Komlek dalam mendukung tugas pokok TNI AD pada masa damai dan masa perang baik fungsi dukungan, fungsi pelayanan dan fungsi operasi.