Kapushubad Buka Dikcabpa Komlek Abituren Akmil 2025
Cimahi – Kepala Pusat Perhubungan TNI AD Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., mengucapkan selamat datang dan selamat berlatih kepada para Perwira Siswa di Pusdik Komlek seraya berharap pendidikan selama tiga bulan ini dapat dilaksanakan dengan tertib, lancar dan aman serta mencapai tujuan pendidikan sesuai kurikulum yang sudah ditentukan.
Demikian disampaikan Kapushubad saat membuka Pendidikan Kecabangan Perwira Komunikasi dan Elektronika (Dikcabpa Komlek) TNI AD Abituren Akmil tahun 2025 di Gedung Caraka Pusdik Komlek Kota Cimahi, Selasa (5/8).
Upacara pembukaan Dikcabpa Komlek yang diikuti oleh 12 orang Perwira Siswa ini dihadiri oleh Waka Pushubad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos., M.Tr.(Han)., Pejabat Utama Pushubad, Komandan Pusdikhub Kolonel Cke M. Anom Kartika, S.I.P., beserta para Kadep dan tenaga pendidik serta undangan lainnya.
Lebih lanjut, Kapushubad dalam amanatnya menyampaikan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Era ini ditandai dengan kemajuan internet, perangkat seluler dan media sosial yang memungkinkan komunikasi dan akses informasi yang lebih cepat dan luas.
Hal itu, menurutnya, memberikan dampak luas terhadap perubahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terutama perubahan pola pikir, cara berinteraksi, bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Setiap orang dengan mudah berkomunikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, mengakses dan menyebarkan data dan informasi di ruang publik dunia maya atau ruang siber hanya melalui jaringan internet yang terhubung dengan alat komunikasi atau komputer dan sejenisnya.
Perkembangan kemajuan teknologi ini telah merubah konsep medan pertempuran yang sebelumnya terbatas pada domain fisik seperti darat, laut dan udara, kemudian bertambah ruang angkasa, ruang siber dan spektrum elektromagnetik yang membuka bentuk-bentuk ancaman baru dan semakin sulit untuk diprediksi. Perkembangan ini tentunya berpotensi mengganggu dan mengancam kedaulatan dan keutuhan bangsa dan negara.
Semua potensi itu menuntut seluruh warga Korps Komlek untuk meningkatkan kemampuan peperangan elektronika (Pernika) secara maksimal, dan mendayagunakan komando, kendali, komunikasi, komputerisasi, siber, informasi, pengamatan dan penginderaan (K4SIPP) guna memperbesar daya tempur pasukan sendiri dan memperlemah daya tempur pasukan musuh.
Berkenaan dengan itu, Mayjen Iroth Sonny Edhie menginstruksikan kepada para Perwira Siswa untuk mengikuti pendidikan dengan semangat, serius dan bersungguh-sungguh. Kuasai dan pahami semua materi pengetahuan dan keterampilan di bidang komunikasi dan elektronika baik teori maupun praktek, serta menanyakan materi yang belum dimengerti dan dipahami kepada Gumil atau pun pembina dan pelatih.
Selain itu, Kapushubad juga memerintahkan Danpusdikhub, para pembina dan tenaga pendidik untuk mendidik, melatih dan memberikan bekal ilmu pengetahuan serta keterampilan tentang ilmu Komlek sesuai kurikulum pendidikan yang telah ditentukan secara professional dan proporsional kepada seluruh Perwira Siswa sehingga output yang dihasilkan menjadi Perwira Komlek yang handal, tangguh dan adaptif yang disegani kawan dan diperhitungkan oleh lawan.

