Hubdam IM Melaksanakan Latihan Teknis Gelar Komunikasi

Hubdam IM Melaksanakan Latihan Teknis Gelar Komunikasi

BANDA ACEH - Dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit dan kemampuan dasar teknik prajurit Perhubungan TNI AD, segenap personel Hubdam Iskandar Muda melaksanakan Latihan Teknis Gelar Komunikasi Hubdam IM TA 2022.

Latnis Gelar Komunikasi adalah suatu latihan yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan Perhubungan sesuai fungsi/bidang komunikasi. Selain itu latihan ini juga bertujuan untuk melatih serta memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit Hubdam Iskandar Muda dalam penguasaan Teknis Gelar Komunikasi dilapangan atau dihadapkan di medan tempur, agar bisa menjadi prajurit yang handal serta profesional guna mendukung pelaksanaan tugas pokoknya. Materi yang dilatihkan yaitu Komunikasi Radio, Komunikasi Saluran/Telpon, Komunikasi Komputer dan Data, Komunikasi Satelit, Komunikasi Caraka, Komunikasi Audio Visual, dan Prosedur Komunikasi.

Sebanyak 45 Personel dikerahkan didalam latihan ini, terdiri dari 15 orang penyelenggara dan 30 orang pelaku, Kegiatan latihan ini juga terbagi menjadi tiga pos diantaranya pos satu (Kotis) berada di Komplek Embung Lambadeuk, Peukan Bada, Aceh Besar sedangkan dua pos lainnya (Ranting) berada di Gampong Lam Tutui dan di Gampong Gurah, Peukan Bada, Aceh Besar. Latihan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dimulai dari tanggal 15 sampai dengan 17 Maret 2022 berjalan dengan aman dan lancar.

Kegiatan latihan ini di akhiri dengan meuseuraya atau gotong royong pembersihan dan penataan kembali komplek pemakaman bersejarah peninggalan masa Kerajaan Aceh Darussalam abad 16 dan 17 Masehi di empat titik lokasi Gampong Lam Tutui, Peukan Bada, Aceh Besar. Sebanyak 116 nisan makam kuno dibersihkan dan ditata oleh prajurit Hubdam IM Bersama dengan komponen masyarakat yang terdiri dari Polsek Peukan Bada, Koramil 10/Peukan Bada, Satpol PP, Keuchik Lam Tutui dan warga sekitar. Meuseuraya atau gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian TNI dan komponen masyarakat terhadap benda-benda bersejarah untuk diwariskan kepada generasi mendatang.