DIRUM PUSHUBAD PIMPIN UPACARA BENDERA 17 AN SAMPAIKAN AMANAT PANGLIMA TNI
Jakarta – Direktur Umum Pusat Perhubungan Angkatan Darat (Dirum Pushubad) Brigadir Jenderal TNI Suparjo, S.I.P., memimpin Upacara Bendera 17-an di lapangan apel Puskomlekad Kelurahan Tomang Jakarta Barat, Kamis (17/4/1015).
Upacara bendera yang dilaksanakan setiap tanggal 17 ini diikuti oleh seluruh personel Pushubad baik Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS dengan penuh khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, Dirum Pushubad membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang diawali dengan ucapan selamat hari raya Idul Fitri kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI seraya memohon maaf lahir dan batin.
Lebih lanjut Panglima TNI dalam amanatnya menyampaikan dinamika lingkungan strategis menuntut TNI sebagai komponen utama pertahanan negara untuk adaptif dalam melaksanakan tugas melalui peningkatkan profesionalisme pengawaknya, baik Prajurit TNI dan PNS di lingkungan TNI.
Revisi Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 terdapat sejumlah perubahan di antaranya mengenai kedudukan koordinasi TNI, penambahan bidang operasi militer selain perang (OMSP), penambahan kementerian/lembaga yang dapat diisi oleh Prajurit TNI aktif dan perpanjangan masa dinas keprajuritan atau batas usia pensiun.
“Revisi UU TNI ini tetap berpegang pada prinsip supremasi sipil. Penyusunannya telah mencakup Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dan disusun sesuai dengan prinsip demokrasi serta hukum yang berlaku,” bebernya.
Selain itu, Panglima TNI juga menekankan kepada prajurit dan PNS TNI harus memiliki integritas dan menjaga citra institusi TNI di mata masyarakat. Hal itu, menurutnya, dapat diimplementasikan melalui ketaatan pada aturan dan nilai-nilai etika, untuk membangun citra positif sebagai komponen utama pertahanan negara.
Hindari pelanggaran hukum seperti penyalahgunaan wewenang, penggunaan narkoba, judi online, perkelahian, main hakim sendiri dan hal-hal negatif lainnya yang dapat merugikan nama baik TNI.
“Jadilah Prajurit TNI yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI agar TNI senantiasa menjadi benteng pertahanan yang kokoh dan perekat keutuhan bangsa Indonesia,” tegasnya.

