DIRUM PUSHUBAD IRUP UPACARA BULANAN 17AN

DIRUM PUSHUBAD IRUP UPACARA BULANAN 17AN

Jakarta - Direktur Umum Pusat Perhubungan Angkatan Darat (Dirum Pushubad) Brigjen TNI Suparjo, S.I.P., memimpin Upacara Bendera bulanan. Upacara yang dilakukan setiap tanggal 17 ini diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Pushubad berlangsung di lapangan Apel Puskomlekad, Tomang, Jakarta Barat, Selasa (17/6/2025).

Pada amanat Kapushubad yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., menyampaikan bahwa upacara bendera bulanan selain sebagai wujud syukur kepada Tuhan, juga merupakan penghormatan atas perjuangan seluruh Bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaannya.

Lebih lanjut, memasuki penghujung bulan Juni tahun ini, Kapushubad mengingatkan kepada Komandan atau Kepala satuan untuk segera menuntaskan program kerja yang belum selesai pada semester I TA 2025 dengan memanfaatkan sisa waktu seefektif sehingga tidak menghambat pelaksanaan program kerja berikutnya.

Terkait pelaksanaan program kerja, Kapushubad menyampaikan apresiasi atas kinerja Satker Pushubad yang telah memperoleh penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta berdasarkan penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kategori Non BA 015 Pagu Besar pada Awards KPPN Jakarta II tahun 2024 yang diselenggarakan pada bulan Mei 2025 lalu. Capaian tersebut, menurutnya, diperoleh dari hasil kerja keras dan kerja sama yang baik serta ketekunan dan perjuangan semua pihak.

Untuk itu, Ia meminta untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di satuan dengan terus berbuat terbaik dengan niat tulus dan ikhlas untuk membangun Pushubad.  

Selain itu, dihadapkan masih adanya oknum personel Pushubad yang melakukan pelanggaran, Kapushubad mengingatkan seluruh warga Pushubad agar menghindari pelanggaran seperti desersi, THTI, asusila, Narkoba, penganiayaan, Judi Online (Judol), Pinjaman Online (Pinjol) dan lainnya. Karena berbagai pelanggaran yang terjadi sudah barang tentu akan sangat merugikan diri sendiri, dan keluarga sekaligus dapat mencoreng citra satuan dan TNI pada umumnya.

"Apapun alasan yang melatar belakangi terjadinya tindakan pelanggaran, harus mendapatkan sanksi tegas sesuai aturan atau hukum yang berlaku, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Guna menekan potensi timbulnya pelanggaran di lingkungan Pushubad dan jajarannya, maka diperlukan pengawasan melekat dan secara terus menerus oleh para Komandan atau Kepala satuan beserta seluruh unsur Pimpinan di masing-masing bagian baik pada jam dinas maupun di luar jam dinas,” tegasnya.

Mengakhiri amanatnya, Kapushubad menyampaikan beberapa penekanan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas meliputi pentingnya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral pengabdian kepada bangsa dan negara; Seluruh anggota hendakya mengindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan; Terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas individu sebagai prajurit Komlekad dalam mendukung tugas pokok TNI AD dan memperkuat hubungan TNI dengan rakyat karena Kemanunggalan TNI-Rakyat pada hakekatnya adalah kekuatan pertahanan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman dan terus berbuat yang terbaik untuk TNI AD, bangsa dan negara.