DIRBINPERNIKA PUSKOMLEKAD PIMPIN UPACARA 17 AN
Jakarta – Kepala Puskomlekad menyampaikan upacara 17-an bukan sekadar rutinitas seremonial bulanan, melainkan simbol dedikasi, integritas dan tanggung jawab sebagai prajurit rakyat, prajurit pejuang dan prajurit profesional yang setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Demikian disampaikan Kapuskomlekad Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Kolonel Cke Moch. Arfah Ashari, S.Sos., M.Si., saat memimpin upacara bulanan yang diselenggarakan di lapangan Puskomlekad, Tomang Jakarta Barat, Rabu (17/12/2025).
Upacara bulanan yang berlangsung penuh khidmat dan semangat ini diikuti oleh seluruh pesonel baik Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS Puskomlekad.
Lebih lanjut, Kapuskomlekad dalam amanatnya menyampaikan bahwa saat ini sudah memasuki akhir Triwulan IV Semester II Program Kerja Tahun Anggaran 2025. Untuk itu masing-masing pimpinan di bagian dan satuan masing-masing untuk segera menuntaskan program kerja yang belum terselesaikan dengan memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin agar tidak menghambat pelaksanaan Program Kerja Tahun Anggaran 2026.
“Pastikan pelaksanaan program kerja dan anggaran berjalan efektif, efisien dan akuntabel. Jangan ada celah penyimpangan, sekecil apapun. Gunakan pengawasan internal yang kuat dan pastikan indikator kinerja satuan dapat tercapai secara maksimal,” ujarnya.
Kapuskomlekad juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras semua personel yang telah menyukseskan agenda besar Puskomlekad, seperti perubahan nomenklatur Pushubad menjadi Puskomlekad, perubahan lambang Pusara dan perubahan emblem baret Puskomlekad, serta pelaksanaan peringatan HUT Ke-80 Komlekad yang berlangsung meriah dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Menurutnya, perubahan nomenklatur tersebut menuntut prajurti Komlekad untuk bertransformasi secara menyeluruh baik dalam memodernisasi peralatan, doktrin, organisasi, sumber daya manusia, teknologi, hingga interoperabilitas lintas matra, dan bahkan dengan komponen cadangan serta komponen pendukung lainnya.
“Prajurit Komlekad harus hadir untuk memberikan keunggulan informasi secara cepat, tepat, aman dan real time guna memastikan komando kendali operasi berjalan, dan tugas pokok dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.
Transformasi Komlekad bukan hanya tentang perubahan mindset, perubahan budaya serta perubahan sistem bertempur modern yang lebih adaptif dan responsif. Kekuatan Komlekad tidak hanya terletak pada materiel atau peralatan, tetapi juga pada profesionalisme, loyalitas, karakter serta semangat kejuangan prajuritnya.
Orang nomor satu di jajaran Puskomlekad itu juga mengingatkan seluruh personel untuk menjauhi pelanggaran sekecil apapun dengan membudayakan hidup tertib dan disiplin sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku baik di lingkungan kerja, masyarakat maupun militer, sehingga akan terbiasa mengatur waktu secara efisien, meningkatkan produktivitas, memotivasi diri, serta memperkuat karakter pribadi untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas.
“Ingat, hidup itu adalah tentang manfaat, kepedulian dan karya yang dijalankan melalui pengorbanan dan perjuangan. Sedangkan perjuangan adalah berbuat yang tebaik untuk TNI Angkatan Darat, dan pengorbanan adalah menyerahkan ruang, waktu, tenaga dan pikiran bahkan nyawa sekalipun untuk kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.

