DANPUSDIKHUB PUSKOMLEKAD BUKA DIKPA PERNIKA DAN MATINDRA ELEKTRONIKA

DANPUSDIKHUB PUSKOMLEKAD BUKA DIKPA PERNIKA DAN MATINDRA ELEKTRONIKA

Cimahi – Komandan Pusdik Perhubungan Puskomlekad hari ini resmi membuka Pendidikan Perwira Peperangan Elektronika dan Pengamatan Penginderaan Elektronika (Dikpa Pernika Matindra Elektronika) tahun 2025 yang diikuti oleh 20 Perwira Siswa dari berbagai satuan.

Upacara pembukaan yang dilaksanakan di gedung Dharma Caraka Pusdik Komlek Puskomlekad Cimahi, Jumat (29/8) dihadiri Kabagdik Sdirbindiklat Puskomlekad Letkol Cke Supangat, para Kepala Departemen, pembina dan tenaga pendidikan Pusdik Komlek.

Kepala Pusat Komunikasi dan Elektronika TNI AD Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Danpusdikhub Puskomlekad mengucapkan selamat datang kepada Perwira Siswa Dikpa Pernika dan Matindra Elektronika di Pusdik Komlek dan berharap agar pendidikan selama delapan minggu kedepan dapat dilaksanakan dengan aman, tertib dan lancar serta mencapai tujuan pendidikan secara optimal dengan hasil yang memuaskan.

Lebih lanjut, Kapuskomlekad mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas perubahan nomenklatur baik Korps, lambang maupun organisasi karena Presiden RI telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 84 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Perpres RI Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia yang di dalamnya memuat tentang perubahan nomenklatur dari Pusat Perhubungan TNI AD (Pushubad) menjadi Pusat Komunikasi dan Elektronia TNI AD (Puskomlekad) yang berimplikasi pada validasi organisasi, fungsi dan peran satuan Puskomlekad dan jajaran.

Adapun fungsi Komlekad pasca perubahan nomenklatur antara lain menyelenggarakan sistem jaringan, Siskomlek, Sispernika, Sisharwat, Sikodal Info dan sistem elektronika (Sislek). Sedangkan peran Komlekad dalam pertempuran yaitu sebagai Siskodal Info, perlindungan, dukungan, tembakan, manuver, intelijen tempur dan kepemimpinan.

Semua fungsi dan peran itu erat kaitannya dengan ruang spektrum elektromagnetik (digital dan elektromagnetik) sebagai totalitas pertempuran yang memberikan efek cepat, tepat, akurat dan real time bagi seorang pimpinan dalam menentukan dan mengambil kebijakan pada pertempuran.

Untuk itu, pendidikan Dikpa Pernika dan Matindra Elektronika sangat penting dan krusial dalam operasi militer karena menggunakan spektrum elektromagnetik untuk melipatgandakan dan melindungi pasukan sendiri, serta mengganggu dan memperlemah kemampuan Komlek musuh.

Selain itu, dampak dari peperangan elektronika sangat merusak karena melumpuhkan komunikasi, navigasi dan sistem radar musuh yang mengakibatkan kekacauan, kegagalan misi dan kekalahan tanpa pertempuran fisik secara langsung. Peperangan elektronika juga dapat meningkatkan kompleksitas medan perang, memungkinkan serangan siber secara terkoordinasi dan berpotensi mengganggu layanan sipil penting yang bergantung pada teknologi.

Mayjen Iroth Sonny Edhie juga menyoroti ilmu pengetahuan dan keterampilan yang akan diberikan selama mengikuti pendikan Dikpa Pernika dan Matindra Elektronika diantaranya Dukungan Pernika, Perlindungan Elektronika dan Serangan Elektronika serta pengetahuan tentang peralatan Pengamatan dan Penginderaan Elektronika termasuk pengetahuan sistem pesawat udara kecil tanpa awak (SPUKTA).

Ia juga berharap agar Perwira Siswa mengikuti pendidikan dengan serius dan bersungguh-sungguh serta mengikuti semua petunjuk dan arahan dari pembina maupun Gumil.

Mengakhiri amanatnya, Kapuskomlekad menginstruksikan Danpusdikhub beserta seluruh civitas akademik untuk mendidik dan melatih serta memberikan bekal pengetahuan serta keterampilan ilmu Komlekad khususnya Pernika dan Matindra Elektronika sesuai dengan kurikulum dan tujuan pendidikan sehingga kedepan melahirkan generasi penerus Korps Komlek TNI AD yang handal, tangguh dan adaftif terhadap perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 di satuan tempat bertugas serta dapat dibanggakan dan diandalkan dalam setiap pelaksaan tugas di seluruh satuan jajaran TNI AD.