Briefing Kahub Kotama TNI AD
Briefing Kahub Kotama TNI AD
Jakarta - Waka Pushubad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos., M.Tr.(Han)., membriefing seluruh Kepala Perhubungan (Kahub) Kotama jajaran TNI AD di Office Club Puskomlekad, Jakarta Barat, Jumat (4/7/2025).
Briefing yang juga dihadiri oleh pejabat utama Pushubad ini membahas tentang Grand Design Sistem dan Komunikasi Elektronika TNI AD dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD .
Pada awal paparannya, Waka Pushubad mengupas tentang keniscayaan membangun Siskomlek ideal yang memiliki kemampuan interoperability untuk menghadapi ancaman, tantangan dan dinamika saat ini di bidang operasi dan latihan.
Hal ini perlu karena didorong oleh dinamika peperangan, perubahan dimensi perang, tantangan tugas, perkembangan teknologi dan visi Komlekad.
Dari sisi dinamika peperangan. Saat ini dunia telah memasuki perang generasi ke empat (perang modern) yang sarat akan penggunaan teknologi Komlek dan Teknologi Informasi dan Komputer. Selain itu, perang modern bukan hanya melibatkan state actor (negara), tetapi bisa saja non state actor (non negara) turut melibatkan diri atas tuntutan kepentingannya.
Factor lainnya adalah adanya perubahan dimensi perang, dimana ruang angkasa dan siber menjadi ajang peperangan terkini, sehingga kecepatan informasi menjadi salah satu kunci kemenangan dan interoperability menjadi sangat penting untuk mendukungnya.
Demikian halnya dengan dinamika tantangan tugas yang semakin berat, baik dalam rangka OMP maupun OMSP. Ditambah dengan perkembangan teknologi digital, teknologi pernika, penginderaan dan teknologi Siskodal turut menambah kompleksitas tantangan.
Oleh karena itu, dibutuhkan Visi Komlekad yang tegas dengan menargetkan tercapainya K4SIPP dan K4SS Pernika yang handal, terbentuknya postur prajurit teknologi yang profesional, unggul dan berkarakter.
Guna mewujudkan Siskomlek yang ideal, maka perlu dilakukan Pembangunan Grand Design Siskomlek secara terstruktur dan berkelanjutan baik bidang organisasi, personel, gelar Pernika, gelar Komlek, gelar Siskodal Info dan Konbekharstal, karena Siskomlek selain merupakan tulang punggung dan urat nadi pertempuran serta dapat memperkuat elemen pertempuran.
Lebih lanjut, Brigjen Dede Mulyana menjelaskan, sekarang ini Pushubad sedang menggodok Grand Design Siskomlek TNI AD untuk lima tahun kedepan dengan strategi transformasi komunikasi dan elektronika (Komlek) sebagai elemen utama dalam mendukung efektivitas operasi militer di era digital dengan mengadopsi konsep komando, kendali, komunikasi, komputerisasi, siber, informasi, pengamatan dan penginderaan (K4SIPP) dan sistem komunikasi TNI AD yang diarahkan untuk menciptakan interoperabilitas yang tinggi antar satuan, mendukung pengambilan keputusan (Biltus) berbasis data real-time, serta meningkatkan keamanan informasi di berbagai medan operasi.
Untuk mewujudkan Grand Design tersebut, Pushubad masih terus berupaya untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan fungsi Komlek TNI AD berdasarkan Doktrin Kartika Eka Paksi Kep Panglima TNI Nomor 1024/XII/2020 tanggal 21 Desember 2020. Fungsi Komlek TNI AD dalam doktrin tersebut adalah menyelenggarakan kemampuan Peperangan Elektronika, Komunikasi dan Elektronika, Siskodal dan Informasi, Pengamatan dan Penginderaan, serta Konbekharstal Mathub guna mendukung fungsi utama TNI AD.
Proyeksi TNI AD dalam pembangunan Siskomlek adalah mengintegrasikan sistem komando dan pengendalian terpadu atau disebut juga dengan Integrated Command and Control System (ICCS) dalam rangka mewujudkan K4SIPP dimana Battlefield management system BMS Personel, sistem Pernika, drone, satelit dan radio terhubung dengan BMS Posko yang berada dibawah kendali pimpinan.
Selain itu, Wakapushubad juga meminta Pusdik Komlek sebagai pusat pendidikan yang mampu melahirkan prajurit Komlek yang unggul dan adaftif terhadap setiap perkembangan teknologi digital, modern dan kekinian dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan melaksanakan operasi kurikulum pendidikan sesuai dengan tantangan tugas kedepan serta menyediakan fasilitas pendidikan yang representatif dan memadai sehingga semangat belajar dan berlatih peserta didik akan meningkat.
Briefing diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar pembangunan Korps Komlekad dihadapkan pada tantangan tugas yang semakin kompleks dan modern.

